Showing posts with label MUSIC. Show all posts
Showing posts with label MUSIC. Show all posts
Monday, January 28, 2013
Sejarah Musik Jazz
Banyak yang beranggapan bahwa musik jazz adalah musiknya kaum elite dan mapan. Namun bila kita menegok ke akar jazz boleh dibilang justru bertolak belakang. Jazz adalah sebuah seni ekspresi dalam bentuk musik. Jazz disebut sebagai musik fundamental dalam hidup manusia dan cara mengevaluasi nilai-nilai tradisionalnya. Tradisi jazz berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas. Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia.
Yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati. “Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu” begitu menurut Louis Armstrong.
Legenda jazz dimulai di New Orleans dan berkembang ke Sungai Mississippi, Memphis, St. Louis, dan akhirnya Chicago. Tentu saja musik jazz dipengaruhi oleh musik yang ada di New Orleans, tribal drums Afrika dan struktur musik ala Eropa. Latar belakang jazz tidak dapat dilepaskan dari fakta di mana jazz dipengaruhi berbagai musik seperti musik spiritual, cakewalks, ragtime dan blues. Salah satu legenda jazz yang dipercaya bahwa sekitar 1891, seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik, dipelajari di universitas, dan akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan.
Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Jazz Age). Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern. Di awal tahun 20-an dan 30-an, “jazz” telah menjadi sebuah kata yang dikenal umum.
Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya musik jazz. Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session. Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano, harmonika, atau bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri.
SEJARAH JAZZ DI DUNIA
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.Musik jazz banyak menggunakan instrumen gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.
Musik jazz pertama dari Amerika adalah benar-benar asli kontribusi kepada dunia seni masyarakat. Periode 1930an dan pada tahun 1940-an sampai sekarang adalah satu-satunya dalam sejarah ketika usia popularitas jazz lainnya hilang cahayanya semua genre musik di AS Adalah suatu masa yang dikenal sebagai era Big Band, dan selama itu ayunan musik adalah raja.
Popularitas jazz, dan cara bermain dalam perubahan gaya musik, waned setelah WWII. Namun band besar dari orang-orang seperti Duke Ellington, Woody Herman, Count Basie dan lain-lain upheld tradisi di tahun 1970-an dan seterusnya. Selain itu jazz kelompok kecil, terdiri dari kedua mantan band besar era soloists musisi muda baru dan sama-sama, ada lanjutan untuk memanfaatkan paralel distinctions banyak dari bahasa yang mereka bermain di ayunan dan rekaman sejak jatuhnya band yang besar. Demikian pula yang besar, pop jazz dan vocalists dari tahun 1950-an dan 1960-an yang digunakan oleh aturan dan instrumentasi arrangers dan musisi yang berkaitan dengan sebelumnya, dan pemahaman, maka kata-kata dari Big Band era.
Bahasa ayun masih hari ini diucapkan oleh sejumlah berbakat sekarang ini modern dan musisi jazz band ayunan. Pertengahan tahun 1990-an memperbaharuinya dalam ayunan musik adalah fueled by a swing dance kebangkitan dari Lindy-hop jitterbug swing dan tarian. Hari ini sukses dan sesi band-pemimpin yang acquiesce untuk merekam dan memutar musik jazz yang swings melakukannya dengan pengetahuan yang menarik perhatian adalah penggemar baru jazz agak mirip dengan rasa yang memuaskan dari ayunan penari; besar bermain lebih mudah untuk memahami dan berhubungan dengan ketika mengalir seperti itu didukung oleh halus, stabil, dan lancar yang rhythms, banyak seperti yang populer di pertengahan 1930an.
SEJARAH MUSIK JAZZ DI INDONESIA
Musik jazz masuk Indonesia pertama kali pada tahun 30an. Yang dibawa oleh musisi-musisi dari Filipina yang mencari pekerjaan di Jakarta dengan bermain musik. Bukan hanya mentransfer jazz saja, mereka juga memperkenalkan instrumen angin, seperti trumpet, saksofon, kepada penikmat musik Jakarta. Mereka memainkan jazz ritme Latin, seperti boleros, rhumba, samba dan lainnya.
Nama-nama musisi yang masih diingat adalah Soleano, Garcia, Pablo, Baial, Torio, Barnarto dan Samboyan. Selain bermain di Jakarta, seperti di Hotel Des Indes (sekarang Duta Merlin Plaza) dan Hotel Der Nederlander (jadi kantor pemerintahan), mereka juga bermain di kota lain, seperti di Hotel Savoy Homann – Bandung dan di Hotel Oranje (Yamato) – Surabaya.
Pada tahun 1948, sekitar 60 musisi Belanda datang ke Indonesia untuk membentuk orkestra simfoni yang berisi musisi lokal. Salah satu musisi Belanda yang terkenal adalah Jose Cleber. Studio Orkestra Jakarta milik Cleber mengakomodasi permainan musik California. Band-band baru bermunculan seperti The Progressive Trio, Iskandar’s Sextet dan Octet yang memainkan jazz dan The Old Timers yang memainkan repertoir Dixieland.
Pada tahun 1955, Bill Saragih membentuk kelompok Jazz Riders. Ia memainkan piano, vibes dan flute. Anggota lainnya adalah Didi Chia (piano), Paul Hutabarat (vokal), Herman Tobing (bass) dan Yuse (drum). Edisi selanjutnya beranggotakan Hanny Joseph (drum), Sutrisno (saksofon tenor), Thys Lopis (bass) dan Bob Tutupoly (vokal).
Band jazz yang terkenal tahun 1945 – 1950 di Surabaya beranggotakan Jack Lemmers (dikenal sebagai Jack Lesmana, ayah Indra Lesmana) pada bass/gitar, Bubi Chen (piano), Teddy Chen, Jopy Chen (bass), Maryono (saksofon), Berges (piano), Oei Boen Leng (gitar), Didi Pattirane (gitar), Mario Diaz (drum) dan Benny Hainem (clarinet).
Nama-nama musisi jazz di Bandung tahun 50 – 60an adalah Eddy Karamoy (gitar), Joop Talahahu (saksofon tenor), Leo Massenggani, Benny Pablo, Dolf (saksofon), John Lepel (bass), Iskandar (gitar dan piano) dan Sadikin Zuchra (gitar dan piano).
Musisi-musisi muda di Jakarta bermunculan tahun 70 – 80an. Di antaranya Ireng Maulana (gitar), Perry Pattiselano (bass), Embong Raharjo (saksofon), Luluk Purwanto (biola), Oele Pattiselano (gitar), Jackie Pattiselano (drum), Benny Likumahuwa (trombon dan bass), Bambang Nugroho (piano), Elfa Secioria (piano). Beberapa musisi muda lainnya mempelajari rock dan fusion, tapi masih dalam kerangka jazz. Mereka adalah Yopie Item (gitar), Karim Suweileh (drum), Wimpy Tanasale (bass), Abadi Soesman (keyboard), Candra Darusman (keyboard), Joko WH (gitar) dan lainnya.
Pertengahan tahun 80an, nama Fariz RM muncul. Ia lebih mengkategorikan musiknya sebagai new age. Namun, beberapa komposisinya bernafaskan pop jazz, bahkan latin. Indra Lesmana, Donny Suhendra, Pra B. Dharma, Dwiki Darmawan, Gilang Ramadan membentuk Krakatau, dan akhirnya kelompok ini bertransformasi menjadi Java Jazz, dengan mengganti beberapa personil.
Tahun 90an hingga sekarang, banyak sekali musisi dan kelompok jazz yang terbentuk. Musik jazz yang dibawakan tidak lagi mainstream, namun hasil distilasi berbagai musik seperti fusion, acid, pop, rock dan lainnya. Sebut saja SimakDialog, Dewa Budjana, Balawan dan Batuan Ethnic Fusion, Bali Lounge, Andien, Syaharani, Tompi, Bertha, Maliq & D’essentials dan masih banyak lagi lainnya.
Musisi jazz biasanya banyak bermunculan di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Hal ini disebabkan arus musik jazz lebih banyak mengalir di sana lewat pertunjukan jazz (JakJazz, Java Jazz Festival, Bali Jazz Festival), sekolah musik jazz, studio rekaman dan kafe yang menampilkan jazz. Seorang yang juga berjasa “mengalirkan” arus jazz ke Indonesia adalah Peter F. Gontha, seorang pemilik JAMZ dan pendiri pemrakarsa Java Jazz Festival. (AL/Angga, Berbagai sumber dan analisa
Sumber Sumber Sumber
Tags : Sejarah Musik Jazz History of Jazz Music Jazz Musik Sejarah Jazz Jazz Musik Sejarah Jazz Indonesia Indonesia Jazz
Baca Selengkapnya..
Tuesday, May 22, 2012
Soundtrack & Score The Raid: Redemption Telah Dirilis!
Setelah Mike Shinoda meng-upload beberapa scoring dan soundtrack dari film The Raid: Redemption di akun soundcloud nya, akhir nya album Scoring & Soundtrack film The Raid: Redemption telah rilis pada tanggal 20 Maret 2012. Album ini memuat 24 music scoring dan 2 soundtrack.
Berikut tracklist nya :
1. "Prayers"
2. "Gear Up"
3. "The Arrival"
4. "We Have Company"
5. "We're Alone Here"
6. "Quaking Old F**k"
7. "Hole Drop"
8. "Moving Up, Part 1"
9. "Moving Up, Part 2"
10. "Trapped"
11. "Close Shave"
12. "One Way Out"
13. "Machete Standoff"
14. "Rama's Family Dream"
15. "Chair Slam"
16. "Dirty Cop"
17. "Jaka Caught"
18. "Dog Fight"
19. "Uncle Andi"
20. "Dead Already"
21. "Drug Lab"
22. "Andi Strung Up"
23. "Putting a Mad Dog Down"
24. "Misfire"
25. "RAZORS.OUT" (Chino Morino)
26. "SUICIDE MUSIC" (Get Busy Committee)
Jika Kalian suka dengan album ini, Kalian dapat membelinya di http://theraidsoundtrack.com/. Tersedia dalam bentuk CD juga lho. CD akan dikirim pada/sebelum 13 April 2012.
Untuk download disini
Tags : Baca Selengkapnya..
Screening Video Clip Something Wrong - MATAMU SEMPAL
DESXRIPSI - Musik keras yang saat ini sudah mendunia dan tidak lagi dalam minoritas dan mulai melakukan pembuktian mereka dalam bermusik, Band hardcore asal Yogyakarta "SOMETHING WRONG" yang berdiri sejak 1997 mengadakan sebuah acara " SCREENING VIDEO CLIP "MATAMU SEMPAL" SOMETHING WRONG" yang berlangsung pada hari selasa 22 Mei 2012 di
Liquid Next Generation Jogja dengan mengundang band band seperti MORNING HORNY, KNOCKDOWN, METALLIC ASS, NOK37 dan ada juga JAHANAM, ASTRID (THROUGHOUT),dan KUCING (STRIKER - MAGELANG).
Dengan menyebar 1000 Invitation secara gratis acara ini disambut meriah oleh para pecinta musik keras di Jogja dan sekitarnya, disambut penampilan dari NOK37 Lantai dansa mulai penuh dengan para pecinta Hip-Hop Underground dan di lanjutkan penampilan dari METALIC ASS yang sangat Khas para penonton sudah mulai liar,setelah itu perform dari KNOCKDOWN yang membuat acara ini semakin keras dan di lanjutkan oleh MORNING HORNY yang selalu meunjukkan kekonyolannya dengan memakai kostum yang bertemakan "PUNAH" dengan menyebar banyak sekali kondom dan ditutup oleh Video Clip "MATAMU SEMPAL" dan Perform dari SOMETHING WRONG. Acara ini berlangsung penuh dengan kontak badan yang sedah khas oleh para pecinta musik keras namun tidak ada kerusuhan,dan hal ini patut kita contoh sebagai para penikmat musik keras di Indonesia. Sukses buat SOMETHING WRONG dan band band underground di seluruh Indonesia.fzr
SOMETHING WRONG Discography :
- United Underground - "Feel The Bullshit", Yogyakarta - 1998 (compilation)
- Demo '99 - 1st Album, SW Record - 2000
- Goat Sound - "Fanatic", Bandung - 2003 (compilation)
- Get Off My Back - 2nd Album, SW Record - 2003
- Today Is The Day Vol 1 - "Erase All Labels", Walk Alone Record Jakarta - 2008 (compilation)
- Sounds Of Jogja - "Sak Karepmu", Locstock Jogja - 2009 (compilation)
SOMETHINGWRONG are :
Kucing : vocal
Hendi : guitar & back voc
Sutik : bass & back voc
Trek : lead guitar
Seto : drum
Baca Selengkapnya..
Thursday, March 22, 2012
Free Download Full Album "Modal Kecu" Knockdown YKHC
Knockdown YKHC :
Terbentuk pada bulan september 2009 walaupun knockdown msh terbilang baru namun knockdown sudah berkali kali bergonta ganti personil karena terbentur malsalah keluarga dan pekerjaan,knockdown sendiri terbentuk karena kami di kumpulkan dalam satu komunitas olahraga tarung derajat AA BOXER dan dengan sangat kebetulan kami mempunyai pandangan yang sama akan musik dan komunitasnya maka kami sepakat untuk membuat sebuah hardcore band dengan latar belakang bela diri tarung derajat yang kami geluti dan musik hardcore beatdown yang kental akan mosh2nya yg brutal
walupun kami menguasai tekhnik2 beladiri bukan berarti kami memakainya untuk berkelahi dijalanan atau dt4 umum karena komitmen kami bukanlah untuk berkelahi dengan membentuk sebuah band tp mencurahkan apa yg kami pikirkan dengan membuat karya2 yg kami anggap itu sebagai sebuah perwkilan dari ideologi dan idealis kami.
Player :
Phitex as microphone body moving
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000914688129
Yoqka as lead guitar bledek
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001423022228
Komo as bass jegrak
http://www.facebook.com/komodools
Yosi as percusion powerfull of kingkong
http://www.facebook.com/yosafath
Friday, February 24, 2012
Hip Hop Bukan Soal Kulit Hitam, Narkoba dan Wanita
Tiga pria asal Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, Abdul Malik Ahmad, Joshua Salaam, dan Naeem Muhammad, membentuk Native Deen pada 2000. Awalnya ketiga personel ini bersolo karier, hingga ereka bertemu di sebuah 'pesantren kilat' yang diadakan selama satu minggu.
Kecintaan mereka terhadap jenis musik yang sama membuat ketiganya sepakat membentuk grup hip-hop. "Banyak pertanyaan mengapa kami memilih rap, bukan nasyid sperti yang kita kenal sebelumnya," kata Joshua Salaam, kepada Republika.co.id, lewat salah satu surat elektroniknya.
Rap ujarnya, lekat dengan kulit hitam kekerasan atau penembakan serta perempuan. "Tapi akarnya sebetulnya tidak demikian," ujarnya. Musik ini, katanya, muncul pertama kali sebagai bentuk ekspresi diri "Dan saat ini hip hop memiliki progres yang sangat bagus," tambahnya.
Berikut petikan wawancara dengan Joshua Salaam, manan staf polisi militer di Angkatan Udara AS, kelahiran tahun 1973
Bisakah Anda berbagi pada kami bagaimana menjadi Muslim di Amerika Serikat saat ini
Saya pikir luar biasa menjadi Muslim di Amerika. Seperti pada setiap hal pasti ada pro dan kontra. Salah satu keuntungan ialah anda bisa beribadah dan mempelajari agama anda dengan sangat baik. Bagi mereka yang haknya disangkal, bisa mengungkapkan protes atau mencari keadilan. Hasilnya bisa dilihat dari banyaknya masjid dan sekolah Islam yang kian bertambah. Saya pikir salah satu kekurangan adalah sulit bagi kami untuk melihat prespektif banyak Muslim dan komunitas lain di dunia. Banyak warga Amerika yang tidak tahu cukup banyak mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dunia kecuali yang kita lihat, baca, dengar di media. Ada banyak juga yang terjadi di Amerika dan banyak yang dikerjakan orang-orang untuk tetap bertahan hidup sehingga kita mungkin teralikan dari banyak realitas penting lain.
Tidak bernasuk rasis, apakah anda mengalami perbedaan perlakuan sebagai Muslim Afro-Amerika dibanding dengan saudara-saudara anda Muslim Kaukasia di Amerika
Masalah Ras masih menjadi topik panas di Amerika. Tidak berarti setiap saat,namun masih muncul ketika orang mendiskusikan perbedaan statistic dalam sistem peradilan criminal, pekerjaan dan yang lain. Muslim komunitas pun juga tidak kebal dari isu ini. Namun, sebagian besar masjid di Amerika sungguh terbuka sepenuhnya dan menerima Muslim dari berbagai macam latar etnis.
Apakah misi utama dan pesan-pesan yang anda ingin bawakan dalam musik anda?
Prinsip utama kami adalah untuk menginspirasi orang-orang agar menjadi lebih baik dan melakukan kebaikan dalam hidup mereka. Bagi beberapa itu bisa diartikan menjadi dekat dengan pencipta mereka. Bagi yang lain itu berarti menjaga dan merawat lingkungan. Mengingat fans Native Deen berasal dari berbagai agama atau bahkan penggemar yang tak menerima keyakinan apa pun. Namun mereka tetap bisa mendapat keuntungan dari musik kami.
Apa sumber utama inspirasi Anda dalam bermusik?
Pengalaman kehidupan kami, tema-tema dan pesan dari sumber-sumber dan tradisi Islam.
Banyak orang berpikir hip-hop dan Islam sulit dikombinasikan mengingat genre ini kerap diasosiasikan dengan narkoba, geng jalanan, wanita, bagaimana anda menghadapi pandangan itu? anda memiliki strategi khusus dalam bermusik?
Tidak ada strategi khusus. Kami piker orang yang mengasosiasikan Hip Hop dengan hal-hal itu mungkin tidak cukup paham dengan sejarah music ini. Seperti halnya orang yang memiliki sterotip tertentu mengenai Amerika. Namun tinggal dan hidup di sini, kami paham bagaimana Amerika sesungguhnya. Tentu ada pula criminalitas dan beberapa hal mengerikan yang terjadi, dan grup-grup hip hop yang dipenuhi kebencian, namun mereka tak lantas mendefinisikan keseluruhan Amerika. Itu juga berlaku dalam hip-hop. Memang ada beberapa musik negative serius di luar sana yang dipenuhi lirik kebencian yang tak seharusnya didengar. Namun itu tak menjadi identitas sesungguhnya musik ini.
Apa yang telah anda lakukan untuk membuat musik anda dikenal dan diterima, tidak hanya oleh Muslim tetapi juga masyarakat Amerika.
Kami bertiga dan juga kontak-kontak kami di komunitas memiliki pandangan dan intuisi apa yang kira-kira bisa diterima atau tidak. Kami selalu memiliki anggota komunitas yang datang kepada kami dan member masukan terhadap music kami tentang ini atau itu. Ketika kami menulis lagu, kami saling member masukan satu sama lain bagaimana seharusnya lagu-lagu kami. Produk akhir pada umumnya bisa diterima oleh masyarakat secara umum.
Apakah anda juga bergaul dengan rapper Non-Muslim atau anda bagian terpisah, dan apa yang biasa anda obrolkan saat bertemu rapper non-Muslim?
Kami piker, sebagian besar kontak kami dalam industri adalah Muslim. Namun kami pun bergaul dengan para rapper dari keyakinan lain dan kami berbagi cerita serta saling mendukung untuk terus maju. Dunia music tidak selalu mudah dan rasanya luar biasa ketika kami mendapat kata-kata dukungan dari teman sesame musisi. Sehingga kami selalu mendukung kerja para rapper positif dalam industr ini ketika kami bertemu mereka.
Pemerintah AS meluncurkan Diplomasi Hip-Hop Islam sebagai alat untuk merangkul negara-negara bermayoritas Muslim di dunia dan grup anda ditunjuk sebagai salah satu duta. Bagaimana menurut anda tentang kebijakan ini? Bisa anda bagi pengalaman anda selama tur ke beberapa negara dan bagaimana tanggapan yang anda peroleh dalam kunjungan anda.
Kami piker konsep ini hebat. Terlebih anda dapat berkomunikasi dengan banyak pihak lain mengenai kebaikan. Kami harap lewat komunikasi ini kami bisa mempelajarai bahwa manusia adalah sederajat dan memiliki persamaan hak dalam sumber daya dan kehidupan. Semakin banyak orang tahu mengenai orang lain, akan semakin baik.
Bagi kelompok Anda, apa manfaat dengan menjadi ‘duta’ ini?
ative Deen gembira bisa menjadi bagian dari upaya ini. Ketika kami bepergian seperti ke Indonesia dan tempat lain, kami selalu diterima dengan baik. Kami berbagi cerita bagaimana kami memilki kemiripan. Kami sangat mengapresiasi perbedaan budaya. Kadang kami mendapat pertanyaan sulit mengenai kebijakan AS.
Bagi Native Deen, kegiatan ini membantu kami meluruskan presepsi selip yang telah saya jelaskan pada jawaban di atas. Yang paling penting dari pertukaran budaya adalah belajar dari tangan pertama bagaimana orang lain memandang sikap kita sebagai cerminan sebuah bangsa. Saya piker setiap warga Amerika mesti bepergian ke belahan lain dunia untuk berbagi pemikiran, pengalaman dan prespektif dengan orang lain. Native Deen sungguh sangat beruntung memiliki kesempatan itu.
Diskografi Native Deen:
Night of Remembrance (2004/Jamal Records)
Deen You Know (2005/Jamal Records)
Not Afraid to Stand Alone (2007/Jamal Records)
I Am Near (2010/Jamal Records)
REPUBLIKA.CO.ID
Subscribe to:
Posts (Atom)

