Tuesday, June 19, 2012

IBU-IBU KREATIF LEMBAH HARAPAN ‘Menjinakkan’ Sampah, Uang Merekah



Surabaya memiliki ‘bom waktu’ bernama sampah yang kian hari, kian berdetak kencang. Sekelompok sosialita yang menamakan diri Ibu-ibu Kreatif pun rela mengotori tangan untuk ‘menjinakkannya’. Tak sekadar menyelamatkan lingkungan dari gunungan limbah, tapi keuntungan juga merekah.

Masih segar diingatan kita, beberapa pekan lalu Surabaya Post menurunkan laporan beruntutan mengenai menggilanya sampah di Kota Pahlawan ini. Volume sampah Surabaya tahun lalu sebanyak 8.800 meter kubik (m3) /hari, kini menjadi sekitar 9.000-10.000 m3/ hari, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Surabaya. Sekadar perbandingan di Bali sebagai tujuan wisata produksi sampahnya hanya sekitar 5.094 m3/hari. Perayaan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap 5 Juni--tahun ini pada Selasa nanti--pun makin tahun tambah suram.

Tak hanya memicu bau busuk, tapi ternyata secara materi menggunungnya sampah membuat kantong tekor. Anggaran untuk sampah di Kota Surabaya dari tahun ke tahun terus membengkak seiring kenaikan volume. Di tahun 2012 ini dana dari APBD mencapai Rp 24 miliar, naik signifikan dari posisi 2011 sebesar Rp 19,6 miliar. Artinya, dalam sehari Pemkot merogok kocek sebesar Rp 65 juta untuk keruk dan angkut sampah saja. Dengan cara pikir Pemkot seperti itu, diprediksi bom waktu bernama sampah itu akan ‘meledak’ lima tahun ke depan.

Dompet warga pun disedot iuran sampah tiap bulan bahkan diindikasikan dobel-dobel (Jawa: berkali-kali, Inggris: double). Selain ada tarikan sampah dari RT/RW (biasanya digunakan untuk membayar petugas sampah, jadi tak masuk kas daerah) yang besarannya sesuai kesepakatan--rata-rata Rp 10.000/bulan--juga ada retribusi resmi sampah dari pemerintah kota (Pemkot) yang masuk dalam penagihan PDAM sebesar Rp 2.500/bulan.

Meski bila dilihat per KK kecil, hanya Rp 12.500/bulan tapi bila dikalikan seluruh warga Surabaya yaitu sekitar 750.000 KK, maka ada sedikitnya Rp 9,375 miliar/bulan atau Rp 112,5 miliar/tahun duit yang digunakan untuk ‘merawat’ sampah. Bahkan nilai itu akan membengkak menjadi Rp 11,250 miliar tahun ini karena Pemkot berencana menarik retribusi Rp 2.500 untuk sampah melalui rekening listrik. Jadi total tarikan ‘sampah’ resmi dari Pemkot Rp 5.000/bulan/KK.

Ironi ini pun menggerakkan ibu-ibu di salah satu permukiman, Lembah Harapan, Lidah Wetan dengan cara membuka ‘Bank Sampah Lidah Harapan’. Memang terdengar aneh di telinga, karena wanita yang memiliki beragam profesi—mulai karyawan hingga pengusaha-- ini tidak menghabiskan waktu bersama dengan kongkow atau shopping, tapi lebih banyak mengurusi sampah.

Pembentukan ‘Bank Sampah’ ini dimulai sejak awal Juli 2011. ”Memang permasalahan sampah adalah momok setiap kota, apalagi dikota besar seperti Surabaya ini, kita harus lebih bersih dan mengurai sisa makanan ataupun barang bekas. Hal ini merupakan cara yang ramah untuk membersihkan lingkungan kita,” jelas Damayanti Heru yang menjadi Sekretaris Bank Sampah ini.

Awal dibentuknya, Bank Sampah mendapat cibiran dari masyarakat. Apalagi, untuk memulai Bank Sampah ini harus ada 4 faktor, pertama harus ada nasabah, tempat untuk bertransaksi, administrasi seperti pada Bank ‘uang’ umumnya dan pengepul untuk tempat penyetoran barang-barang yang sudah terkumpul. ”Memang kegiatan Bank Sampah seharusnya memiliki administrasi seperti itu, tapi saat ini hanya asal tunjuk saja soal kepengurusan karena memang ini merupakan tahun pertama mendirikan sehingga butuh penyempurnaan,” jelas Mamiek Suladri yang menjadi Bendahara Bank Sampah itu.

Awalnya hanya 60 anggota alias nasabah dari tiga RT yang ikut. Tapi sekarang sudah mencapai 135 anggota/nasabah dari tujuh RT di permukiman tersebut.

Saat ini pun manfaatnya benar-benar dirasakan Ibu-ibu Kreatif ini dan masayarakat komplek pada umumnya. Omzetnya, bila dulu Rp 4 jutaan sekarang mencapai Rp 16 jutaan per tahunnya.

”Awalnya sulit untuk mengembangkan usaha ini karena dirasa kurang baik, karena beranggapan kok milih ‘Bank Sampah’. Tetapi hal inilah yang memicu kami untuk terus mensosialisasikan dan hasilnya sekarang dapat dinikmati semuanya,” tambah Mamiek Suladri yang hobi membaca ini.

Meski barang-barang yang ditransaksikan adalah barang-barang limbah, tetapi harus ada pemilahan dari limbah tersebut. Seperti sampah kering, golongan botol bekas, kertas ataupun buku. Sementara daun-daun kering dikumpulkan untuk dijadikan kompos.

“Harapan minimal di setiap rumah sudah menjadi kebiasaan untuk memisahkan sampah golongan kering dan basah. Nah kalau mau bergabung, ini juga bisa menambah nilai ekonomis,”katanya.

Simpan-Pinjam Juga
Bahkan untuk memberi manfaat ekonomi lebih, di ‘Bank Sampah’ ini juga diadakan simpan pinjam bagi anggota nasabah. Peminjaman sekitar Rp 500 ribuan dengan setoran 5 kali saja.”Simpan pinjam ini memang mempermudah jika para anggota memutuhkan dana segar, memang pinjaman kita batasi dulu,. Juga ditekankan pinjaman ini harus sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan Bank Sampah ini,” terang Damayanti ibu dua anak ini.

Ibu-ibu Kreatif ini mengaku sudah bisa mereguk hasilnya. Bahkan dari sepuluh ‘Bank Sampah’ yang tersebar di Surabaya Timur, Surabaya Pusat, dan Surabaya Selatan, Bank Sampah Komplek Lembah Harapan dipilih sebagai yang paling baik administrasinya. m11

Komentar

Damayanti Heru (Sekretaris Bank Sampah)
”Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita semua, karena bisa membersihkan kota, juga menjalin silaturahmi antar tetangga dari berbagai kalangan,”

Mamiek Suladri (Bendahara Bank Sampah)
”Kegiatan ini memang sangat positif, kita bisa mengajarkan tentang nilai kebersihan pada anak-anak ataupun muda-mudi yang ada di sekitar perumahan. Kita juga turut peduli pada lingkungan,”

Sulistutik (Fasilitator Lingkungan)
”Dengan kegiatan seperti ini kita turut andil besar dalam penyelamatan lingkungan. Sehingga kita bisa menikmati manfaat lingkungan yang bersih, nyaman, sehat dan asri.”

Cara Baru ‘Menabung’ Barang Bekas
Bank adalah sebuah instalasi yang bergerak dibidang penyimpanan, terutama yang berhubungan dengan uang. Namun, belakangan ternyata Bank yang biasanya berhubungan dengan uang itu sudah berubah bentuk menjadi hal lain yaitu untuk penyimpanan sampah.

Ya, Bank Sampah adalah salah satu program lingkungan hidup yang mengorganisasikan-menerima, mengolah hingga menjual-- sampah masyarakat sekitar. Ujung-ujungnya kegiatan ini memang layaknya bank yaitu menghasilkan uang.

Kinerjanya lebih pada sampah di sekitar masyarakat dipilah-pilah, lantas ditimbang. Dari hasil timbangan tersebut, pihak bank baru menentukan berapa uang yang bisa diberikan. Kinerjanya mirip dengan bank umumnya. Masyarakat dibuatkan buku tabungan, uang tidak langsung diberikan pada si penabung, tapi lebih dulu dimasukkan ke dalam tabungan . Jumlahnya pun tidak langsung besar, dari mulai rupiah yang kecil-kecil dulu.

Bank sampah ini fungsinya bukan melulu menumpuk sampah dan menjualnya ke pengepul. Namun bank ini menyalurkan sampah yang didapat sesuai dengan kebutuhan. Misal, sampah basah hasil rumah tangga yang terdiri dari sayuran , dikumpulkan untuk dijadikan pupuk kompos.

Sampah kering berupa botol , kaleng, dan kertas dipisah lagi. biasanya sampah kering ini dijadikan barang daur ulang berupa kerajian tangan. Misal, vas bunga dari kaleng bekas, tas dari rajutan sedotan atau pipet yang dianyam dengan benang dan jarum, bungkus rokok dibentuk asbak, dan masih banyak lagi.

Ide untuk menamakan bank sampah membuat image tentang pengumpulan barang bekas menjadi berbeda. Dengan begitu perspektif juga berbeda, malah lebih terkesan keren. Harus diingat juga, perbedaan tersebut juga ternyata berpengaruh besar terhadap ekonomi . Bank sampah justru bisa mendatangkan uang dari barang bekas bernama sampah, ditambah lagi memberikan tambahan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Nah, siapa tertarik mengikuti jejaknya!ins.

surabayapost

Baca Selengkapnya..

Festival Danau Sentani Menyiarkan Suara Keindahan Alam dan Budaya Masyarakat Papua



Pemerintah Daerah Papua dan Jayapura bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiarkan suara keindahan alam dan budaya masyarakat Papua melalui Festival Danau Sentani (FDS) yang diselenggarakan pada 19 – 20 Juni 2012. FDS merupakan festival budaya berbasis masyarakat dalam rangka meningkatkan citra daerah tujuan pariwisata Jayapura dan Papua serta ikut mengembangkan ekonomi kreatif.

Kekayaan alam dan budaya merupakan tumpuan utama pembangunan pariwisata. Promosi budaya dan keindahan alam Papua melalui FDS ini diharapkan akan memberikan dampak positif pada perdagangan, investasi, ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan Festival Danau Sentani yang ke-5. “Kami berharap agar penyelenggaraan even yang sudah menjadi agenda tahunan dalam kalender pariwisata Indonesia ini bisa terus ditingkatkan setiap tahunnya,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wardiyatmo pada pembukaan FDS di Papua 19 Juni 2012.

FDS menyajikan berbagai daya tarik daerah Papua yang mengandung berbagai unsur seperti budaya, kesenian dan cara hidup masyarakat Sentani. FDS merupakan suatu langkah kecil yang dirintis oleh pemerintah daerah untuk menggaungkan kesiapan Papua, khususnya Danau Sentani menjadi daerah tujuan wisata. “Kesiapan daerah ini juga harus didukung dengan keadaan yang kondusif, yakni meningkatkan kenyamanan dan keamanan sehingga Sentani sebagai salah satu daerah tujuan memiliki daya siang tinggi,” sambungnya.

“Saya bersama Kemenparekraf menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya festival ini. Semoga promosi, public relation dan penyelenggarannya bisa ditingkatkan sehingga even ini meningkatkan daya saing kepariwisataan Indonesia,” tutupnya. (Puskompublik)

Baca Selengkapnya..

Cipta Pesona Wisata (CIPTA) Award 2012



Penyelenggaraan Citra Pesona Wisata /CIPTA AWARD adalah suatu ajang kompetisi tingkat nasional yang diberikan kepada pengelola daya tarik wisata sebagai salah satu wujud apresiasi pemerintah untuk mendorong pengelola pariwisata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan daya tarik wisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Maksud dan Tujuan

a. Mendorong pengelola daya tarik wisata di daerah untuk meningkatkan kualitasdan kapasitas pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

b. Meningkatkan kesadaran dan kebanggaan pengelola akan daya tarik wisata yang berwawasan lingkungan;

c. Setiap Daerah dapat melakukan hal yang sama dengan menyelenggarakan kegiatan yang serupa guna peningkatan kualitas daya tarik wisata didaerahnya



Manfaat bagi Daerah

a. menjadi motivasi bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan kapasitas pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

b. Munculnya kesadaran para pelaku wisata;



KRITERIA PENILAIAN CIPTA AWARD

A. Aspek LINGKUNGAN

Daya dukung
Pengelolaan Dampak Akibat Aktivitas Pariwisata
Mekanisme Monitoring
B. Aspek EKONOMI

Peningkatan Pendapatan Bagi Lokal
Tenaga Kerja
Kepuasan Pengunjung
Nilai Jual
C. Aspek SOSIAL BUDAYA

Pemeliharaan danmempertahankan kelestarian, keaslian budaya lokal
Mempertahankan nilai warisan budaya
Kemampuan nilai intrepretasi tentang nilai warisan dan daya tarik wisata budaya
Tata kelola warisan budaya
Tidak menimbulkan dampak negatif terhadap karakteristik sosial masyarakat
Peran serta masyarakat
Mekanisme dan peran aktif dalam memelihara tempat yang memiliki nilai geologi, arkeologi, sejarah dan budaya


KATEGORI DAYA TARIK WISATA DAN UNSUR PENGELOLA CIPTA AWARD

1. Daya Tarik Wisata Buatan

2. Daya Tarik Wisata Alam

3. Daya Tarik Wisata Budaya



Hadiah

Piala CIPTA
Sertifikat
Dana Stimulus


Malam Anugerah 2012
Diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif Republik Indonesia (Mari Elka Pangestu)
Pada tanggal 27 September 2012 -- Pukul 18.00 – 21.45 WIB
Bertepatan dengan Peringatan Hari Pariwisata Dunia

Dengan Mengundang:
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II , Duta Besar Negara Sahabat, Seluruh Gubernur di Indonesia, Asosiasi Pariwisata ,
LSM Lingkungan dan Pariwisata Nasional maupun International serta Media Cetak dan Elektronik



Pendaftaran

Melalui :

Sekretariat Cipta Pesona Wisata (CIPTA AWARD 2012)

Pendaftaran dibuka pada tanggal : 20 April 2012 – 15 Juni 2012

Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI

Jl. Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta Pusat 10110

No. Tlp : (021) 3838212 / 3838230

Fax : (021) 3810906

Email : Cipta.award@gmail.com

silakan download informasi selengkapnya pada link ini


Baca Selengkapnya..

Lomba dan Pameran Foto Indonesia 2012 Memperebutkan Piala Presiden



Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan 33 provinsi yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Setiap provinsi mempunyai identitas dan keunikan dalam hal alam,ciptaan manusia, adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda. Perbedaan yang terdapat di masing-masing provinsi merupakan keragaman dan kekayaan bagi tumbuh-kembangnya nasionalisme. Untuk itulah, kekayaan alam,ciptaan manusia, adat istiadat dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia harus didokumentasikan dan diinformasikan kepada seluruh masyarakat, sebagai wahana untuk menanamkan karakter dan jati diri melalui Lomba dan Pameran Foto Indonesia.

Sub Tema : “CINTA INDONESIA, DARI MATA KE HATI”

Kategori Peserta Lomba :

Pelajar
Mahasiswa
Umum
Ketentuan Umum:

Lomba ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan umum, Warga Negara Indonesia;
Tidak dipungut biaya;
Karya foto yang dikirim adalah karya ciptaan sendiri (dua tahun terakhir), belum pernah dipublikasikan di media cetak skala nasional dan belum pernah memenangkan penghargaan dalam lomba fotografi tingkat nasional atau internasional;
Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah hasil foto yang benar-benar dari pemotretan baik menggunakan kamera digital atau kamera analog (kamera film).
Peserta diberikan kebebasan dalam memilih objek fotografi yang dimiliki daerahnya masing-masing (sesuai identitas diri) meliputi kategori (objek): alam,ciptaan manusia, adat istiadat dan budaya;
Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 5 buah karya foto dalam bentuk soft copy dengan ukuran sisi terpanjang 1024 pixel, disimpan dalam format JPG skala 6;
Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dan saturasi warna) tanpa merubah keaslian objek;
Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto;
Setiap foto harus dilengkapi identitas diri peserta seperti: kategori, nama fotografer, judul foto, alamat, nomor telepon/hp, e-mail dan identitas diri seperti kartu pelajar, kartu mahasiswa, KTP, SIM atau surat keterangan lainnya;
Hak cipta melekat pada fotografer, namun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diberikan hak untuk mempublikasikan semua foto yang masuk nominasi untuk kepentingan non-komersial tanpa harus ijin dari pemiliknya. Panitia dibebaskan dari tuntutan fihak ke-3, bila foto digunakan;
Foto yang telah diterima panitia menjadi koleksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia;
Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan;
Seluruh karya yang masuk ke Pantia akan diseleksi oleh Dewan Juri, untuk mendapatkan 30 nominator, yang terdiri dari 10 foto kategori pelajar, 10 foto kategori mahasiswa, dan 10 foto kategori umum, dan memilih 150 karya untuk dipamerkan (50 pelajar, 50 mahasiswa, dan 50 umum) pada tanggal 3 Agustus 2012;
Nama nominator akan diumumkan melalui website www.parekraf.go.id pada tanggal 3 Agustus 2012.
Nama nominator akan diumumkan melalui website www.parekraf.go.id pada tanggal 4 Agustus 2012
30 Nominator akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti lokakarya fotografi;
Panitia akan menanggung biaya transportasi peserta (dari daerah asal ke Jakarta P.P.) transportasi lokal, akomodasi dan konsumsi selama mengikuti lokakarya fotografi;
Nama pemenang akan diumumkan setelah lokakarya;
Pajak (PPh) hadiah ditanggung pemenang;
Keputusan Dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat;
Untuk informasi Lomba peserta dapat mengunjungi website www.parekraf.go.id
Koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi: telp. 021 – 5725561, Pustanto 08129498234, Yusuf Hartanto 08176011066, Gedung “E” Lantai 9, Komplek Kemdikbud. Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.
Untuk meningkatkan kualitas karya fotografi maka akan diadakan klinik fotografi di beberapa daerah info lebih lanjut www.parekaf.go.id.
Tata cara/prosedur pengiriman karya :

Seluruh karya dan identitas peserta dikirim ke Panitia melalui e-mail dengan alamat: lombafoto2012@parekraf.go.id
Sebelum dikirim, foto harus diperkecil (resize) dengan ukuran sisi terpanjang 1024 pixel, disimpan dalam format JPG skala 6;
Pengiriman karya dimulai bulan April 2012 dan ditutup tanggal 27 Juli 2012 pukul 24.00 WIB;


Hadiah

Pelajar mendapatkan hadiah :
- Juara I : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 12.000.000
- Juara II : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 6.000.000
- Juara III : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 5.000.000
- Harapan I : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 4.000.000
- Harapan II : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 3.000.000


Mahasiswa mendapatkan hadiah :
- Juara I : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 15.000.000
- Juara II : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 7.000.000
- Juara III : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 6.000.000
- Harapan I : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 4.000.000
- Harapan II : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 3.000.000

Umum mendapatkan hadiah :
- Juara I : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 20.000.000
- Juara II : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 10.000.000
- Juara III : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 7.000.000
- Harapan I : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 5.000.000
- Harapan II : Piala Presiden, piagam dan uang sebesar Rp 3.000.000


Kriteria Penilaian
- Kesesuaian Tema (isi foto)
- Daya tarik
- Keunikan
- Harmonisasi


Juri Lomba

1. Goenadi Haryanto (Fotografer dan Dosen, Jakarta)
2. Arbain Rambey (Fotografer, Editor Foto Kompas, Jakarta)
3. Darwis Triadi (Fotografer dan Dosen, Jakarta)
4. Ferry Ardianto (Fotografer dan Dosen Trisakti, Jakarta)
5. Dudi Sugandi (Fotografer,Wartawan Pikiran Rakyat Bandung)

parekraf.go.id

Baca Selengkapnya..

Festival Film Pelajar Tahun 2012




Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 - 20 Juni 2012

Workshop : 19 Juni 2012

Penjurian : 21 - 24 Juni 2012

Pengumuman Pemenang : 28 Juni 2012



Ketentuan Film Peserta Festival Film Pelajar 2012

Film Cerita, Tema bebas
Durasi: Antara 10 s/d 30 menit.
Format Video dengan media penyimpan DVD, MPEG/AVI – RATION 4:3 – 16:9 PAL.
Diproduksi oleh Komunitas Pelajar SLTA antara 2010 s/d 2012.
Dilampiri data pembuat dan/atau anggota komunitas.
Pendaftaran paling lambat 20 Juni 2012


Unduh File :

Poster.jpg
Formulir Peserta.pdf


Dewan Juri

Chaerul Umam
Rae Sita Supit
Akhlis Suryapati
Hadi Artomo
Clara Sinta Rendra


Sekretariat :

Lantai 2 Gedung Film

Jln. MT Haryono 47 - 48

Jakarta Selatan

Kontak : 081219965176 / 0811941371

kineklubindonesia@or.id




Baca Selengkapnya..

19 Distrik di Jayapura Siap Unjuk Kebolehan



Menjelang liburan sekolah yang sebentar lagi akan berlangsung, pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan program dukungan untuk Festival Danau Sentani (FDS) yang akan diadakan pada 19-23 Juni di Pantai Kalkhote, Kampung Ohei, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Nantinya, 19 distrik atau kecamatan yang tergabung dalam Kabupaten Jayapura akan menampilkan berbagai atraksi, antara lain atraksi mencari ikan, atraksi menyelam sambil merokok, atraksi pembuatan sampe, serta atraksi pembuatan alat-alat makan. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini FDS juga akan menampilkan atraksi peragaan perang di atas perahu.


Bupati Jayapura, Jansen Monim, menjelaskan bahwa FDS merupakan pesta budaya berbasis kearifan lokal dan kearifan alam masyarakat Papua khususnya yang bermukim di sekitar Danau Sentani agar tetap hidup dan dikenal masyarakat Indonesia secara umum. FDS pertama kali diadakan pada 19 Juni 2008. Pada penyelenggaraannya yang ke-5 kali ini FDS mengangkat tema One for All. Logo yang digunakan untuk penyelenggaraan FDS tahun ini bergambar seorang laki-laki yang sedang mendayung perahu khas Sentani. Logo ini menceritakan masyarakat Papua yang hidup secara agraris.

“Dengan menampilkan atraksi khas masyarakat Papua dalam FDS, berarti kita ikut memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda. Selain itu, kita juga mengajak generasi muda untuk menjaga kelestarian alam di Indonesia khususnya Papua,” ungkap Jansen dalam jumpa pers FDS di Gedung Sapta Pesona, 13 Juni 2012.

M. Faried, Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf berpendapat bahwa Propinsi Papua memiliki paket daya tarik wisata yang lengkap. “Daerah Papua memiliki keunikan masyarakat dan keunikan alam,” katanya. Ia menuturkan bahwa bentuk pendukungan yang dilakukan Kemenparekraf untuk FDS berbentuk publikasi sehingga FDS terdengar gaungnya.

M. Faried menjelaskan, liburan sekolah yang sebentar lagi akan berlangsung merupakan salah satu pemicu perjalanan domestik. Selain itu, peningkatan kelas ekonomi juga membuka peluang bagi pertumbuhan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Ditambahkannya, faktor yang mendukung kunjungan wisatawan dalam suatu destinasi adalah atraksi, aksesibilitas, dan akomodasi.

Lebih jauh, Faried menjelaskan bahwa aksesibilitas menuju destinasi wisata akan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan potensi pasar. “Semakin banyak suatu destinasi dikunjungi wisatawan, maka akan semakin mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga kemungkinannya untuk mengalami perbaikan infrastruktur akan semakin besar,” sebutnya.

Mengenai aksesibilitas, Vice President Marketing Merpati menjelaskan bahwa pihaknya masih terus beroperasi di daerah Papua. Merpati Airlines melayani jasa penerbangan Jakarta-Jayapura, dengan jalur penerbangan Jakarta-Makassar-Biak-Jayapura, Jakarta-Makassar-Timika-Jayapura, dan Jakarta-Makassar-Merauke-Jayapura. “Untuk perjalanan daerah Papua, kami juga menyediakan jasa penerbangan menuju Raja Ampat, Wamena, Labuan Bajo, Lombok, Bima, dan Alor,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Jayapura juga menjelaskan bahwa daerah Kabupaten Papua masih aman. “Peristiwa penembakan seperti yang diberitakan di media massa, hanya terjadi di kota Jayapura. Selebihnya, aktivitas di daerah Kabupaten Papua berlangsung seperti biasa,” jelasnya. (Puskompublik)

Baca Selengkapnya..

Alicia Key menolak disponsori perusahaan rokok



The 10-times Grammy-winning artist, who has sold 20 million albums worldwide has a gig in Jakarta, Indonesia, on Tuesday.

Campaigning organisation Tobacco Free Kids says adverts for the concert act as billboards for tobacco firm Philip Morris International and its Indonesian subsidiary, Sampoerna.
Ms Keys accepted the charity's accusation and insisted action had been taken
to remove the offending adverts.

She said: "When I was informed that my July 31 As I Am concert in Jakarta, Indonesia was partly sponsored by a tobacco company, I immediately asked for an investigation and that corrective actions be taken.

"As a result, the tobacco company has respectfully withdrawn their sponsorship and all billboards, signage and other forms of advertising will be immediately removed."


Giant posters in the Indonesian capital advertised the gig as a "Mild Live Production" - a reference to a cigarette brand produced by Sampoerna. They also carried a large health warning that states: "Smoking can cause cancer, heart attacks, impotence and harm pregnancy and foetal development. "

In the US, Philip Morris USA and other major tobacco companies are prohibited from engaging in brand name sponsorships of concerts under a 1998 legal settlement with the states," said a statement from the charity.

"However, in developing countries, tobacco companies continue to sponsor concerts by famous musicians, which health advocates have condemned as a means to market cigarettes to children and to circumvent restrictions on more traditional tobacco advertising.

The charity said the branding was "inconsistent with (Keys') advocacy for children's health through her involvement in Keep A Child Alive, a campaign to address the HIV/AIDS epidemic in poor countries".

Ms Keys responded that she did not "condone or endorse" smoking and apologised for "any misleading advertising initially associated with the show".

The charity said that about 35% of the Indonesian population smokes, and tobacco use kills more than 200,000 Indonesians each year. An estimated 78 percent of Indonesian smokers started before the age of 19, it added

sahabatwalhi
Baca Selengkapnya..